Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

AKUNTANSI KEUANGAN : PROSEDUR PENCATATAN PENERBITAN & PENJUALAN OBLIGASI (31 Agustus 2020)


(Guru Mapel: Endah Suryatiningsih, S.Pd., M.M dan Widayati, S.Pd., M.M) 

Assalamualaikum w. w

Salam dan bahagia...

Anak-anakku kelas 12, pada awal pertemuan kita di semester ini  kalian telah mendapatkan materi tentang Kewajiban Jangka Panjang, dimana salah satunya adalah Utang Obligasi. 

Nah.., pada kesempatan kali ini kalian akan mempelajari Prosedur Pencatatan Penerbitan & Penjualan  Obligasi.  

Setelah kalian mempelajari materi ini, kalian dapat mengerjakan soal latihan sebagai pendalaman materi, pada  link berikut:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Fk6MATut5Tvve6hagHH4SklEfIktV-1iHs2nVes6BbM/edit?usp=sharing

Selamat mempelajari dan memahami materi berikut ini!!

Prosedur Pencatatan Penerbitan  Obligasi

1. Obligasi yang diterbitkan dicatat dalam jurnal formal

Ø       Jurnal obligasi yang diterbitkan:

            Obligasi belum beredar                                  xxx

                         Otoritas utang obligasi                                      xxx

Ø       Jurnal transaksi penjualan obligasi:

            Kas                                                               xxx

                        Obligasi belum beredar                                                xxx

 

2. Obligasi yang diterbitkan tidak dicatat dalam jurnal formal

Ø      Jurnal transaksi penjualan obligasi:

             Kas                                                               xxx

                         Utang obligasi                                                              xxx

 

Contoh soal

Pada tanggal 10 Januari 2015 PT Seentosa menerbitkan 3.000 lembar obligasi dengan nominal Rp. 100.000,00 per lembar.

Peyelesaian jurnal

Ø     Cara pertama, transaksi penerbitan obligasi. Jurnalnya:

Obligasi belum beredar                                    Rp.  300.000.000,00

                           Otoritas utang obligasi                                     Rp. 300.000.000,00

 

Jurnal penjualan obligasi

Kas                                                      Rp. 300.000.000,00

                            Obligasi belum beredar                                                Rp. 300.000.000,00

 

Ø      Cara kedua, jurnal penjualan obligasi

Kas                                                      Rp. 300.000.000,00

                           Utang Obligasi                                                             Rp. 300.000.000,00

 

  Prosedur Pencatatan Penjualan  Obligasi

Apabila hasil penjualan obligasi lebih besar daripada jumlah nominalnya, maka selisih yang timbul adalah akun Agio Obligasi dan dicatat di kredit. Sebaliknya, jika hasil penjualan lebih rendah daripada harda nominal maka selisih yang timbul adalah akun Disagio Obligasi dan di catat di debit.

 Jika obligasi dijual diatas nilai nominalnya maka akan terdapat selisih lebih antara harga jual dengan harga nominalnya dicatat sebagai akun Agio Obligasi. Dan jika obligasi dijual di bawah nilai nominalnya maka akan ada selisih kurang antara harga jual dengan harga nominalnya dicatat sebagai akun Disagio Obligasi.

 1. Penjualan obligasi diatas pari

Contoh: PT Jaya pada tanggal 1 Maret 2014 menjual 3000 lembar obligasi dengan nominal @Rp. 100.000,00. harga jual tiap lembar Rp. 105.000,00. maka hasil penjualan tersebut adalah?

 Penyelesaian:

Hasil penjualan obligasi 3000 x Rp 105.000,00                      = Rp. 315.000.000

Hasil nominal obligasi yang dijual 3000 x Rp 100.000,00     = Rp. 300.000.000

Agio obligasi (Rp 315.000.000 – Rp 300.000.000)                 = Rp    15.000.000

Materi Rekomendasi

Jurnal transaksi penjualannya adalah: 

   Kas                                                   Rp. 315.000.000,00

            Utang Obligasi                                     Rp. 300.000.000,00

            Agio Obligasi                                       Rp.   15.000.000,00

 2. Penjualan obligasi dibawah pari

Contoh soal: PT Arimbi berhasil menjual 1000 lembar obligasi dengan harga tiap lebar Rp. 98.000 ,dengan nominal Rp. 100.000 per lembar. Bagaimana perhitungan hasil penjualan tersebut.

Penyelesaian:

 Harga nominal obligasi 1000 x Rp 100.000,00                        =Rp 100.000.000,00

 Harga penjualan obligasi 1000 x Rp 98.000,00                       =Rp   98.000.000,00

 Disagio Obligasi (Rp 100.000.000 – Rp 98.000.000)              =Rp     2.000.000,00

 Maka, jurnal transaksi penjualannya:

   Kas                                                               Rp 98.000.000,00

   Disagio Obligasi                                          Rp   2.000.000,00

            Utang Obligasi                                                 Rp 100.000.000,00

 

3. Penjualan obligasi tidak tepat pada tanggal pembayaran bunga

Ada kalanya penjualan obligasi tidak bertepatan dengan tanggal pembayaran bunga. Dalam hal demikian, bunga obligasi yang sudah berjalan harus diberlakukan sebagai penambahan harga jual.

Contohnya:

PT Citra menerbitkan obligasi 12% tertanggal 1 Maret 2013, harga nominal Rp 100.000 per lembar. Bunga dibayarkan setia tanggal 1 Maret  dan 1 Oktober. Pada tanggal 1 Januari 2014 , PT Citra berhasil menjual 2000 lembar dengan harga Rp 103.000 per lembar. Hasil penjualan obligasi dihitung sebagai berikut:

Harga penjualan 2000 x Rp 103.000   = Rp 206.000.000,00

Bunga yang sudah berjalan 3 bulan (1/10-2013 sampai 1/1—2014)

Rp 200.000.000 x 3/12 x 12%            = Rp 6.000.000,00

Jumlah yang diterima PT Citra (Rp 206.000.000 + Rp 6.000.000)= Rp 212.000.000

Terdapat pula agio obligasi yaitu

Rp 206.000.000 – Rp 200.000.000 =  Rp 6.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan obligasi

  Kas                                                    Rp 212.000.000

            Utang obligasi                                                              Rp 200.000.000

            Agio obligasi                                                                Rp     6.000.000

            Beban bunga obligasi                                                   Rp     6.000.000

 

4. Penjualan obligasi melalui pesanan

Obligasi biasanya dijual berdasassrkan pesanan dari investor, degan pembayaran pertama yang ditentukan. Obligasi yang di pesan oleh calon investor, baru dikeluarkan setelah pembeli melunasi seluruh harga pembeliannya. Jumalh nominal obligasi yang dipesan, untuk sementara dicatat di kredit pada akun utang obligasi dipesan. Setelah peesan membayar lunas, dari akun obligasi yang di pesan dippindahkan ke aku utang obligasi.

Contoh soal:

PT Aloha menerbitkan Rp 500.000.000(nilai nominal)obligasi 5%tertanggal 1 April 2014 dan jatuh tempo tanggal 1 April 2019.  pembayaran bunga tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Pada tanggal 1 maret 2014, obligasi tersebut sebesar nominal Rp 200.000.000 dipesan dengan kurs 105. pembayaran pertama diterima sebesar 60%, sisanya akan dilunasi pada tanggal 1 april 2014. perhitungannya adalah :

Harga obligasi yang dipesan tanggal 1 maret 2014

Harga nominal obligasi                                                                           Rp 200.000.000

Agio obligasi 5% x Rp 200.000.000                                                    = Rp   10.000.000

Harga kurs 105 x 200.000.000                                                            = Rp 210.000.000

Pembayaran pertama 60% x Rp 210.000.000                                      = Rp 126.000.000

Piutang pada pesanan                                                                           Rp     84.000.000

Maka, jurnal transaksi penerimaan pesanan obligasi adalah:

   Kas                                                   Rp 126.000.000

   Piutang pesanan obligasi                   Rp   84.000.000

            Utang obligasi dipesan                                                 Rp 200.000.000

            Agio obligasi                                                                Rp    10.000.000

 


Posting Komentar

0 Komentar