(Guru Mapel: Endah Suryatiningsih, S.Pd., M.M dan Widayati, S.Pd., M.M)
Assalamualaikum w. w
Salam dan bahagia...
Anak-anakku kelas 12, pada awal pertemuan kita di semester ini kalian telah mendapatkan materi tentang Kewajiban Jangka Panjang, dimana salah satunya adalah Utang Obligasi.
Nah.., pada kesempatan kali ini kalian akan mempelajari Prosedur Pencatatan Penerbitan & Penjualan Obligasi.
Setelah kalian mempelajari materi ini, kalian dapat mengerjakan soal latihan sebagai pendalaman materi, pada link berikut:
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Fk6MATut5Tvve6hagHH4SklEfIktV-1iHs2nVes6BbM/edit?usp=sharing
Selamat mempelajari dan memahami materi berikut ini!!
Prosedur Pencatatan Penerbitan Obligasi
1. Obligasi yang diterbitkan dicatat dalam
jurnal formal
Ø Jurnal
obligasi yang diterbitkan:
Obligasi belum
beredar xxx
Otoritas
utang
obligasi xxx
Ø Jurnal
transaksi penjualan obligasi:
Kas xxx
Obligasi belum
beredar xxx
2. Obligasi yang diterbitkan tidak dicatat dalam jurnal
formal
Ø Jurnal
transaksi penjualan obligasi:
Kas xxx
Utang obligasi xxx
Contoh soal
Pada tanggal 10 Januari 2015 PT Seentosa menerbitkan
3.000 lembar obligasi dengan nominal Rp. 100.000,00 per lembar.
Peyelesaian jurnal
Ø Cara
pertama, transaksi penerbitan obligasi. Jurnalnya:
Obligasi belum
beredar Rp. 300.000.000,00
Otoritas
utang obligasi Rp.
300.000.000,00
Jurnal penjualan obligasi
Kas Rp.
300.000.000,00
Obligasi
belum
beredar Rp.
300.000.000,00
Ø Cara
kedua, jurnal penjualan obligasi
Kas Rp.
300.000.000,00
Utang
Obligasi Rp.
300.000.000,00
Prosedur Pencatatan Penjualan Obligasi
Apabila hasil penjualan obligasi lebih besar daripada jumlah nominalnya, maka selisih yang timbul adalah akun Agio Obligasi dan dicatat di kredit. Sebaliknya, jika hasil penjualan lebih rendah daripada harda nominal maka selisih yang timbul adalah akun Disagio Obligasi dan di catat di debit.
Contoh: PT Jaya pada tanggal 1 Maret 2014 menjual 3000
lembar obligasi dengan nominal @Rp. 100.000,00. harga jual tiap lembar Rp.
105.000,00. maka hasil penjualan tersebut adalah?
Hasil penjualan obligasi 3000 x Rp
105.000,00 =
Rp. 315.000.000
Hasil nominal obligasi yang dijual 3000 x Rp
100.000,00 = Rp. 300.000.000
Agio obligasi (Rp 315.000.000 – Rp
300.000.000) =
Rp 15.000.000
Jurnal transaksi penjualannya adalah:
Kas Rp.
315.000.000,00
Utang
Obligasi Rp.
300.000.000,00
Agio
Obligasi Rp. 15.000.000,00
Contoh soal: PT Arimbi berhasil menjual 1000 lembar
obligasi dengan harga tiap lebar Rp. 98.000 ,dengan nominal Rp. 100.000 per
lembar. Bagaimana perhitungan hasil penjualan tersebut.
Penyelesaian:
Harga nominal obligasi 1000 x Rp
100.000,00 =Rp
100.000.000,00
Harga penjualan obligasi 1000 x Rp
98.000,00 =Rp 98.000.000,00
Disagio Obligasi (Rp 100.000.000 – Rp
98.000.000) =Rp 2.000.000,00
Maka, jurnal transaksi penjualannya:
Kas Rp
98.000.000,00
Disagio
Obligasi Rp 2.000.000,00
Utang
Obligasi Rp
100.000.000,00
3. Penjualan obligasi tidak tepat pada
tanggal pembayaran bunga
Ada kalanya penjualan obligasi tidak bertepatan dengan
tanggal pembayaran bunga. Dalam hal demikian, bunga obligasi yang sudah
berjalan harus diberlakukan sebagai penambahan harga jual.
Contohnya:
PT Citra menerbitkan obligasi 12% tertanggal 1 Maret
2013, harga nominal Rp 100.000 per lembar. Bunga dibayarkan setia tanggal 1
Maret dan 1 Oktober. Pada tanggal 1 Januari 2014 , PT Citra berhasil
menjual 2000 lembar dengan harga Rp 103.000 per lembar. Hasil penjualan
obligasi dihitung sebagai berikut:
Harga penjualan 2000 x Rp 103.000 = Rp
206.000.000,00
Bunga yang sudah berjalan 3 bulan (1/10-2013 sampai
1/1—2014)
Rp 200.000.000 x 3/12 x
12% = Rp
6.000.000,00
Jumlah yang diterima PT Citra (Rp 206.000.000 + Rp
6.000.000)= Rp 212.000.000
Terdapat pula agio obligasi yaitu
Rp 206.000.000 – Rp 200.000.000 = Rp 6.000.000
Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan obligasi
Kas Rp
212.000.000
Utang
obligasi Rp
200.000.000
Agio
obligasi Rp 6.000.000
Beban
bunga
obligasi Rp 6.000.000
4. Penjualan obligasi melalui pesanan
Obligasi biasanya dijual berdasassrkan pesanan dari
investor, degan pembayaran pertama yang ditentukan. Obligasi yang di pesan oleh
calon investor, baru dikeluarkan setelah pembeli melunasi seluruh harga
pembeliannya. Jumalh nominal obligasi yang dipesan, untuk sementara dicatat di
kredit pada akun utang obligasi dipesan. Setelah peesan membayar lunas, dari
akun obligasi yang di pesan dippindahkan ke aku utang obligasi.
Contoh soal:
PT Aloha menerbitkan Rp 500.000.000(nilai
nominal)obligasi 5%tertanggal 1 April 2014 dan jatuh tempo tanggal 1 April
2019. pembayaran bunga tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Pada
tanggal 1 maret 2014, obligasi tersebut sebesar nominal Rp 200.000.000 dipesan
dengan kurs 105. pembayaran pertama diterima sebesar 60%, sisanya akan dilunasi
pada tanggal 1 april 2014. perhitungannya adalah :
Harga obligasi yang dipesan tanggal 1 maret 2014
Harga nominal
obligasi Rp
200.000.000
Agio obligasi 5% x Rp
200.000.000 =
Rp 10.000.000
Harga kurs 105 x
200.000.000 =
Rp 210.000.000
Pembayaran pertama 60% x Rp
210.000.000 =
Rp 126.000.000
Piutang pada
pesanan Rp 84.000.000
Maka, jurnal transaksi penerimaan pesanan obligasi
adalah:
Kas Rp
126.000.000
Piutang pesanan
obligasi Rp 84.000.000
Utang
obligasi
dipesan Rp
200.000.000
Agio
obligasi Rp 10.000.000
0 Komentar