KERJA ILMIAH

Ilmu pengetahuan selalu berkembang, hal ini disebabkan oleh sifat dasar manusia yang selalu merasa ingin tahu yang mendorongnya untuk melakukan penelitian. Perubahan dapat terjadi dari waktu ke waktu. Sesuatu yang tadinya dianggap benar dapat tumbang bila telah ditemukan hasil penelitian baru yang mengoreksi kebenarannya.
 
Pengetahuan yang diperoleh melalui suatu penelitian digolongkan dalam pengetahuan ilmiah. Pengetahuan yang diperoleh dengan cara ini lebih dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Pengetahuan yang didapat melalui prasangka, coba-coba, intuisi (ilham) ataupun tidak sengaja digolongkan sebagai pengetahuan “Non Ilmiah”.

Kamu juga mempunyai kesempatan untuk menjadi ilmuwan. Kamu dapat mempelajari percobaan para ahli terdahulu dan menguji hasilnya, atau dapat memulainya dengan memperhatikan lingkungan sekitar, menemukan masalah dan mencoba untuk memecahkannya.Cara yang dapat ditempuh adalah dengan melalui suatu metode yang dikenal dengan istilah metode ilmiah.

PENGERTIAN METODE ILMIAH

Metode ilmiah merupakan suatu metode yang tersusun secara sistematis untuk memecahkan suatu masalah yang timbul dalam ilmu pengetahuan, demikian juga
dalam Biologi.

Kriteria Metode Ilmiah

1. Bersarkan fakta

Analisis dan pengambilan keputusan yang dilakukan harus didasari pada fakta - fakta yang nyata terjadi, bukan dari opini - opini peneliti.

2. Bebas dari prasangka

Saat melakukan eksperimen peneliti tidak boleh memiliki prasangka, peneliti boleh memiliki hipotesis namun eksperimen harus dijelaskan secara objektif meskipun diperkirakan hasil tidak sesuai dengan hipotesis.

3. Menggunakan prinsip - prinsip analisis

Penarikan kesimpulan berdasarkan metode ilmiah harus menggunakan prinsip - prinsip analisis. Komponen permasalahandan hubungan antaranya harus diketahui dengan jelas dan dapat dijelaskan secara runtut.

4. Perumusan masalah atau pembuatan hipotesis

Metode ilmiah melibatkan suatu perumusan masalah yang teliti atau hipotesis penjelasan atas terjadinya suatu fenomena.

5. Menggunakan ukuran objektif

Hasil eksperimen harus diukur dengan suatu ukuran yang objektif, bukan subjektif. Hal ini ditunjukkan agar hasil  eksperimen dipahami dengan mudah oleh setiap orang, dan seminimal mungkin subjektifitas peneliti. 

6. Menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif

Teknik kuantitaif dengan ukuran yang objektif akan memberikan hasil yang dapat dimengerti secara universal, namun juga digunakan teknik kualitatif apabila hasil yang didapatkan sulit di deskripsikan dengan sesuatu ketentuan kuantitatif.

LANGKAH - LANGKAH METODE ILMIAH

1. Menentukan dan merumuskan masalah

Langkah awal dalam melaksanakan kerja ilmiah adalah menentukan dan merumuskan masalah, yaitu hal-hal apa saja yang akan dipelajari atau menarik diteliti untuk memperoleh jawaban dari permasalahan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menghadapi berbagai fenomena alam untuk dijadikan sebuah masalah. Misalnya kecepatan pertumbuhan tanaman di musim kemarau dengan musim penghujan. 

Apa perbedaannya? Mengapa perbedaan itu terjadi? Kalau kamu perhatikan jelas ada perbedaan, mengapa bisa demikian? Pertanyaan tersebut merupakan awal dari rumusan masalah yang akan kita selidiki lebih lanjut.

Dalam merumuskan masalah untuk percobaan, pertanyaan hendaknya lebih mengarah pada jawaban ”ya atau tidak, berpengaruh atau tidak, berbeda atau tidak” sehingga lebih mudah untuk menetapkan hipotesis/dugaan mengenai percobaan yang akan dilakukan.

Salah satu contoh rumusan masalah adalah ”adakah pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman?”

Langkah berikutnya menentukan variabel (faktor-faktor yang terlibat dan mempengaruhi sesuatu yang diamati) yang terdapat dalam permasalahan.

Ada tiga jenis variabel dalam kegiatan penelitian, yaitu
  1. variabel bebas, 
  2. variabel respon,  
  3. variabel kontrol
Misal pada permasalahan ”adakah pengaruh air terhadap pertumbuhan tanaman”, volume air yang diberikan dapat bervariasi. 
Faktor ini disebut variabel bebas/variabel manipulatif yaitu variabel yang dapat diubah-ubah dan mempengaruhi/menyebabkan terjadinya suatu proses/gejala/peristiwa. Pertumbuhan tanaman disebut variabel terikat/variabel respon yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.

Kondisi tanaman (jenis, umur, ukuran, dll), kondisi tanah serta sumber air yang digunakan dalam percobaan disebut variabel kontrol yaitu variabel di luar variabel yang diteliti tetapi perlu dikendalikan/dikontrol.

2. Mengumpulkan data

Kita dapat menggunakan alat bantu untuk memperoleh data. Alat bantu yang dapat kita gunakan diantaranya mikroskop, mistar , termometer dan lain-lain.Data juga dapat diperoleh dengan menggunakan indera kita, diantaranya indra persa, indra penglihatan, dan indra pembau dll.

3. Merumuskan hipotesis

Sebelum merumuskan hipotesis, ada baiknya kamu melakukan studi pustaka, yaitu mencari sumber pengetahuan yang berhubungan dengan penelitian melalui buku-buku kepustakaan. Kamu juga dapat membaca hasil percobaan orang lain yang berkaitan dengan percobaan yang akan kamu lakukan, ataupun pengamatan langsung, misalnya, ukuran pertumbuhan tanaman.

Hipotesis merupakan rumusan dari jawaban/pendapat/kesimpulan sementara tentang suatu masalah yang disusun berdasarkan data dan informasi yang terbatas dan teori-teori yang relevan dengan menggunakan penalaran.
Contoh hipotesis pada percobaan di atas adalah ”air berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman”.

4. Melaksanakan eksperimen (percobaan)

Sebelum melaksanakan percobaan, kita harus merancang terlebih dulu. Beberapa kegiatan dalam merancang percobaan adalah sebagai berikut:
  1. menetapkan landasan teori yang diperlukan,
  2. menetapkan tujuan percobaan,
  3. menentukan alat dan bahan yang digunakan,
  4. menetapkan waktu dan tempat,
  5. menetapkan prosedur/langkah-langkah percobaan, dan mempersiapkan tabel untuk mencatat data hasil pengamatan,menetapkan variabel manipulatif, respon maupun kontrol.
5. Observasi/pengamatan,

Pada observasi, hasil yang diperoleh dari pengamatan selanjutnya dimasukkan dalam tabel pengamatan.

6. Menarik kesimpulan.
Rumusan kesimpulan mengacu pada hipotesis di atas, apakah hipotesis diterima atau sebaliknya. Apabila hipotesis diterima, berikan penjelasan faktor apa yang mendukung. Apabila hipotesis ditolak,s faktor apa yang menghambat. Bila perlu ulangi lagi percobaan tersebut sampai kamu yakin akan ketelitian percobaan dan keakuratan hasil percobaannya.

SOAL : 
  1. Menurut pendapatmu, apakah perbedaan dari kerja ilmiah, metode ilmiah dan sikap ilmiah?
  2. Menurut pendapatmu, apakah perbedaan variabel bebas, variabel kontrol dan variabel respon itu?

Silakan dijawab, bisa di kolom komentar atau grup kelas.
Materi Rekomendasi